Sabtu, 18 September 2010

Ikhlas atau Ridho?

Ikhlas dan ridho adalah dua istilah yang berbeda, namun kita seringkali menyamakan arti kedua istilah tersebut. Penggunaan kata ikhlas tampaknya lebih populer dibandingkan ridho, karena dalam kehidupan sehari-hari istilah “ikhlas” lebih sering dikaitkan dengan kesabaran dan ketabahan seseorang dalam menghadapi musibah, cobaan, ataupun ujian walaupun sebenarnya tidak tepat. Apalagi sekarang banyak orang-orang yang berbicara tentang ilmu ikhlas tapi sedikit sekali yang berbicara tentang ilmu ridho.
Cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

1. Apabila seseorang terkena musibah yang menimpa dirinya dan/atau keluarganya, kata apakah yang tepat ditujukan kepadanya : ikhlas atau ridho?

2. Apabila seorang gadis ditinggal pria yang dia sukai, karena pria itu lebih memilih menikah dengan orang lain, kata apakah yang tepat ditujukan kepadanya : ikhlas atau ridho?

3. Apabila seorang istri yang merasa dikhianati suaminya karena suaminya berpoligami, kata apakah yang tepat ditujukan kepadanya : ikhlas atau ridho?

4. Apabila seorang pria yang ditolak cintanya oleh seorang gadis, kata apakah yang tepat ditujukan kepadanya : ikhlas atau ridho?

5. Apabila seseorang mengalami kegagalan apakah itu dalam asmara, studi , bisnis, atau karir, kata apakah yang tepat ditujukan kepadanya : ikhlas atau ridho?

6. Apabila seseorang laki-laki yang mengucapkan kalimat syahadat karena ingin menikahi seorang muslimah, kata apakah yang tepat ditujukan kepadanya : ikhlas atau ridho?

7. Apabila seseorang yang sebelumnya malas sholat berjama’ah di Masjid tetapi karena calon mertuanya datang ke Masjid, tiba-tiba orang itu datang ke Masjid karena merasa nggak enak dengan camer-nya tersebut, kata apakah yang tepat ditujukan kepadanya : ikhlas atau ridho?

8. Apabila seorang ibu yang mengajarkan anaknya untuk puasa Ramadhan dengan imbalan baju baru di Hari Lebaran tapi ibu itu sambil mengajarkan juga bahwa berpuasa itu karena Allah SWT bukan karena baju baru, kata apakah yang tepat untuk menggambarkan nasihat ibu itu, ikhlas atau ridho?

9. Apabila seseorang yang berzakat tetapi orang itu berpotensi untuk memamerkan kekayaan dan kekuasaannya kepada masyarakat luas, kata apakah yang tepat ditujukan kepadanya : ikhlas atau ridho?

10. Apabila seorang yang telah naik haji, tetapi sesudah pulang dari haji dia marah jika gelar “Haji”-nya tidak disebut, kata apakah yang tepat ditujukan kepadanya : ikhlas atau ridho?

Gimana? Sudah kebayang kan?

Ikhlas adalah suatu sifat di mana kita melakukan sesuatu ibadah semata-mata hanya karena Allah SWT, bukan karena selain-Nya, bukan karena ingin pujian manusia, atau mendapatkan imbalan dari manusia. Jadi ikhlas berhubungan dengan pamrih atau imbalan yang diharapkan seseorang dalam melakukan suatu ibadah. Ikhlas biasanya dikaitkan langsung dengan ibadah mahdhoh seperti Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, Haji, Bershadaqah, berangkat ke Masjid, berdzikir, umrah, dan lain-lain. Sedangkan untuk perbuatan selain ibadah mahdhoh niat untuk memperoleh imbalan dari manusia tidak dipermasalahkan contohnya saja kalo kita mengerjakan tugas kuliah tentu saja selain lillahi ta’ala kita juga ingin memperoleh imbalan berupa nilai yang bagus. (Disimpulkan dari berbagai sumber).

Ridho adalah suatu sifat di mana kita menerima dan meyakini sepenuhnya atas ketetapan Allah SWT (Qadha dan Qadhar). Manusia berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi ketetapan dan ketentuan hanyalah milik Allah SWT. Jadi “ridho” berhubungan dengan takdir (qodha dan qodar) dari Allah SWT. Ridho adalah mempercayai sepenuhnya bahwa apa yang menimpa kepada kita, baik suka maupun duka adalah terbaik menurut Allah SWT. Dan apapun yang digariskan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya pastilah akan berdampak baik pula bagi hamba-Nya. (Disimpulkan dari berbagai sumber)

Dengan demikian cobalah lagi untuk menjawab 10 pertanyaan di atas!

Sungguh, ikhlas dan ridho dua kata yang amat mudah terucap, tetapi sulit untuk diamalkan.

Wallahu a’lam…

Semoga Allah SWT memasukkan kita dalam golongan orang-orang yang ikhlas dan ridho kepada-Nya. Amin ya Rabbal ‘Alamin…

0 comments: