Jumat, 10 September 2010

Intisari Khutbah Idhul Fitri 1431 H

Saduran Khutbah Idul Fitri di Lapangan Basket SMUN 41 (dulu SMAN 15) Jakarta Utara

Jum’at, 1 Syawal 1431 H/10 September 2010

Oleh Ustadz……(lupa namanya)

Bulan Ramadhan adalah adalah bulan yang diwajibkan puasa kepada orang-orang yang beriman dengan tujuan menjadi orang-orang yang bertaqwa sebagaimana tercantum dalam QS. Al Baqarah : 183.

Seringkali kita mendengari istilah “Taqwa” didefinisikan sebagai mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Padalah ada acuan yang jelas mengenai ciri-ciri orang yang bertaqwa yang tersebar dalam ayat-ayat Al Qur-an salah satunya adalah dalam QS Ali Imran : 133 – 136. Ciri-ciri inilah yang dapat kita gunakan untuk mengevaluasi diri kita apakah kita sudah berhasil menjalani proses training selama sebulan Ramadhan sehingga kita berhasil meraih ketawaan.

Dalam QS Ali Imran : 133 – 136, Allah SWT berfirman :

133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

136. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

Dari keempat ayat tersebut dapat dijelaskan bahwa ciri-ciri orang-orang yang bertaqwa sbb:

1. Orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit. Bentuk fiil mudhorik pada kata “menafkahkan” menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara terus menerus (continue) atau selalu (always). Disebutkan juga bahwa ada dua waktu yaitu waktu lapang maupun sempit menggambarkan bahwa dalam keadaan apa pun orang-orang bertaqwa itu selalu menafkahkan hartanya. Jadi bukan masalah besar kecilnya infaq atau shodaqoh (kuantitas), tapi kontinuitas dan keikhlasan lah (kualitas) yang diutamakan. Mau nilai Rp 1,- atau Rp. 1 juta,- yang penting secara kontinue dan ikhlas sesuai dengan kemampuan dan keadaan.
2. Orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang bisa menahan amarahnya. Amarah adalah salah satu sifat yang kita kendalikan sewaktu kita berpuasa di bulan Ramadhan. Mudah-mudahan setelah bulan Ramadhan kita semua dapat mengendalikan amarah kita.
3. Orang yang bertaqwa adalah orang yang memaafkan kesalahan orang lain. Meminta dan memberi maaf adalah tradisi yang sering dilakukan pada saat Hari Raya Idhuk Fitri walaupun bermaaf-maafan sebenarnya harus dilakukan setiap saat bukan hanya sewaktu Hari Raya saja. Tetapi pada hari-hari biasa, orang-orang seringkali merasa gengsi untuk meminta dan memberi maaf. Pada momen Idhul Fitri inilah banyak orang yang membuka pintu hatinya untuk memberi dan meminta maaf. Karena itu marilah kita saling bermaafan dengan orang tua, kakak, adik, sanak saudara, tetangga, teman, dan lain-lain.
4. Orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji, dia langsung mengingat Allah SWT dan memohon ampun atas dosa-dosanya tersebut dan tidak meneruskan perbuatan dosa tersebut. Orang bertaqwa bukan berarti suci bebas dari kesalahan dan dosa, karena tidak ada manusia yang sempurna, tetapi ketika mereka berbuat kesalahan mereka langsung sadar dan melakukan taubat. Tidak ada kata terlambat untuk taubat. Dalam suatu hadits Rasulullah SAW mengisahkan bahwa ada seseorang yang sudah membunuh 100 orang dan orang itu ingin bertaubat. Tetapi dalam perjalananan menuju taubatnya, orang itu meninggal dunia, tetapi Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya atas usahanya untuk bertaubat itu. Jadi tidak ada kata terlambat!

Dari keempat ciri-ciri orang-orang yang bertaqwa di atas, kita bisa bercermin dan melakulan evaluasi terhadap diri kita masing-masing apakah kita sudah menuju ketaqwaan.

Semoga Allah SWT memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang bertaqwa . Amin ya Rabbal ‘Alamin

0 comments: